Senin, 19 Maret 2012
Tips Sukses Menyusun Skripsi
-Buatlah planing masa studi
Ketika kuliah bisanya hanya mengalir begitu saja tanpa adanya planing yang jelas waktu kelulusan yang dharapakan. Walaupun hal ini kelihatannya sepele namun penting karena dengan memiliki planing yang jelas maka planing itulah yang akan mengarahkan studi kita. Buatlah planing ini seawal mungkin agar lebih mudah untuk mencapainya.
-Rencanakan tugas akhir sejak awal
Ketika masuk perguruan tinggi mestinya sudah ada bayangan apa yang akan didalami dalam jurusan tersebut. Ketika sudah memiliki gambaran bidang yang akan didalami maka segeralah mencari masalah yang terkait dalam bidang tersebut. Sehingga masalah itu nantinya dapat dipecahkan dengan melakukan penelitian saat penyusunan tugas akhir.
-Jangan takut mengajukan proposal
Sebelum membuat tugas akhir biasanya didahului untuk menyusun proposal rancangan penelitian. Disinilah awal perjuangan panjang dimulai, pada saat pengajuan proposal usahakan judul sudah matang termasuk rancangan penelitian yang akan dilaksanakan. Jangan takut jika ditolak dosen, justru itu jadikan pijakan untuk terus melangkah.
-Fokuskan pengerjaan
Saat pengerjaan inilaha biasanya terbengkelai karena berbagai alasan, ketika pengerjaan tugas akhir tidak fokus maka akan berpengaruh pada pengembangan konsep awal penelitian. Sesibuk apapun usahakan tugas akhir tersebut tetap ber jalan walaupun sedikit demi sedikit.
-Jangan takut dengan dosen
Saat pengerjaan tugas akhir biasanya dipandu oleh beberapa dosen pembimbing. Yang sering dialami adalah takut pada dosen pembimbing karena sering dikritik mengenai tugas akhirnya. Hal ini jangan menjadika putus asa justru jadikan kritikan itu sebagai semangat untuk bisa menyusun tugas akhir dengan sebaik-baiknya. Jadikan dosen pembimbing sebagai tempat untuk berkonsultasi dan berdiskusi mengenai penelitian tersebut.
-Konsultasikan jika mengalami kesulitan
Ketika mengalami kesulitan saat penelitian atau pengerjaan tugas akhir segeralah berkonsultasi dengan dosen pembimbing atau dosen lain yang faham mengenai masalah tersebut agar mendapatkan jalan keluarnya dan tidak berlarut-larut. Karena semakin berlarut-larut akan semakin menyita waktu pengerjaan tugas akhir tersebut.
-Buang jauh-jauh rasa malas
Rasa malas adalah kendala terbesar saat penyusunan tugas akhir, karena rasa malas inilah banyak mahasiswa yang hancur didunia perkuliahan. Buang jauh-jauh rasa itu, karena tugas akhir tidak akan dapat selesai hanya dengan bermalsa-malasan.
-Selalu berdoa
Tugas akhir adalah pintu untuk mendapatkan gelar akademis atau predikat kelulusan. Saat inilah masa terberat dalam menempuh studi. Jangan lupa berdoa pada Tuhan agar dimudahkan, diberi kelancaran saat pengerjaan tugas akhirnya dan segera dapat lulus.
Mudah-mudahan Tips ini berguna buat teman-teman yang sedang menyusun skripsi. Semoga teman-teman yang sedang menyusun skripsi diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan Skripsi atau Tugas Akhirnya.
Sumber :http://pustakaskripsi.com/tips-sukses-menyusun-skripsi-6255.html
Jumat, 23 Juli 2010
10 Resep Sukses Bangsa Jepang
- KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa jepang adalah pekerja keras. Rata – rata jam kerja pegawai di jepang adalah 2450 jam/thn, sangat tinggi di bandingkan dengan amerika (1957 jam/thn), inggris (1911 jam/thn), jerman (1870 jam/thn), dan perancis (1680 jam/thn). Seorang pegawai di jepang bias menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di Negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Pulang cepat adalah sesuatu yang memalukan di jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk yang tidak di butuhkan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di jepang.
- MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa jepang. Hararki (bunuh diri dengan menusuk pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacana berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (menteripolitikus,dsb).orang jepang lebih suka memilih jalan memutar dari pada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah. Mereka pun selalu mengantri pada saat membeli tiket kereta api, nonton sepak bola, maupun di toilet umum. Mereka selalu nelajar rapi, mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
- HIDUP HEMAT
Orang jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di jepang, mungkin kalian akan merasa heran dengan banyaknya orang jepang ramai berbelanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. hal tersebut sudah biasa terjadi karena supermarket di jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti di ketahui supermarket di jepang tutup pada pukul 20:00.
- LOYALITAS
Sangat jarang orang jepang berpindah – pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Industri jepang kebanyakan hanya menerima fresh graduate, yang kemudian mereka didik dan latih sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu adalah sebuah contoh nyata. Hofu adalah
- INOVASI
Jepang bukanlah bangsa penemu, tapi orang jepang mempunyai kelebihan dalam meracik suatu temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Sebagai salah satu contoh kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda. Cassete Tape tidak di temukan oleh Sony, patennya di miliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Namun yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada
- PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa jepang termasuk bangsa yang pantang menyerah. Puluhan tahun di bawah kekaisaran tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, sehingga pada saat itu Jepang sangat tertinggal dalam tekhnologi. Ketika restorasi meiji (meiji ishin) datang, bangsa jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast learner. Kemiskinan SDA juga tidak membuat mereka menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi, dan kayu, bahkan 85% sumber energi tersebut berasal dari Negara lain termasuk
- BUDAYA BACA
Jangan kaget apabila anda datang ke jepang dan masuk ke dalam kereta listrik, sebagian besar penumpangnya baik anak – anak maupun dewasa sedang membaca buku atau Koran. Mereka tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu untuk membaca.
- KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di jepang tidak terlalu mengakomodasikan kerja yang bersifat individu.fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang jepang.
- MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Seorang anak Tk di jepang sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, makan siang (bento), sepatu ganti, buku-buku, handuk, dan sebotol air minum yang menggantung dilehernya. Setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri serta bertanggung jawab terhadap barang miliknya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hamper sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.
- JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi tidak membuat bangsa jepang kehilangan tradisi dan budaya. Seperti halnya budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di jepang dan menabrak pejalanan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak justru yang meminta maaf duluan.